Selasa, 11 Juni 2013

ISRA MI'RAJ, PERBAIKAN JIWA DAN BANGSA



Setiap tahun isra’ mikraj diperingati, dalam peringatan tersebut tidak lupa disertai dengan bermacam kegiatan, mulai dengan ceramah dimasjid-masjid yang mengisahkan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, disertai juga dengan kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan oleh beberapa organisasi Islam, bahkan juga sudah dijadikan hari libur Nasional. Melihat dari kegiatan itu menunujukan begitu rindunya kita agar ajaran islam itu masuk kedalam sendi-sendi kehidupan, orang mencoba mengambil pelajaran dari kisah Isra’ mikraj.  Sejarah telah mencatat Nabi Muhammad Saw, pada peristiwa Isra’ Mi’raj ini merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam karena dalam peristiwa ini didapat perintah untuk melakukan sholat yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam.

Senin, 27 Mei 2013

POLITIK DAN DAKWAH

Politik masa kini tidak lagi jalan menuju kemerdekaan, pembangunan ekonomi, sosial budaya, bukan lagi sarana membentengi bangsa dari ancaman pengaruh asing yang negatif, budaya korupsi, dan kebohongan publik terus dan sulit untuk berhenti, ibarat pribahasa “anjing mengongong kafilah berlalu”. Korupsi, yang mana hukum tidak lagi menjadi sarana mencapai keadilan. Keadilan sebagai cita-cita bersama tak pernah terwujud, keadilan hanya milik segelintir orang yang sedang berkuasa, dikarenakan hukum bisa digantikan dengan uang.  ketidakpercayaan masyarakat kepada  politik saat ini semakin kian terkikis. Rakyat  melihat keterlibatan moral dalam setiap  pertarungan kepentingan politik,   yang disaksikan adalah korupsi yang semakin melembaga dan menomor satu, korupsi sudah merajalela kesetiap institusi negara kita, mulai dari pusat sampai daerah. Kebohongan  bukannya berkurang, akan tetapi semakin menjadi-jadi, banyak janji yang tidak dipenuhi, bahkan tidak satupun janji yang mereka ucapkan ketika kampanye yang di jalankan, elit

Kamis, 28 Maret 2013

TRANFER NILAI-NILAI RELIGIUS, OPTIMALKAN PERAN GURU



Berbagai peristiwa, pencurian, pencabulan, dan kerusakan moral yang berlansung dalam kehidupan sehari-hari, yang sering kita saksikan melalaui media cetak, menunjukan betapa Pelajar dan generasi kita tengah mengalami degradasi jati diri dan terkikisnya nilai-nilai religius dan karakter.


Seiring berjalanya waktu, Masalah pendidikan kekinian sudah sangat mengkhawatirkan, Moral pelajar semakin ambuladur, ketimpangan dan pergaulan bebas di kalangan pelajar terjadi di dimana-mana, tatakrama pun hilang, rasa malu sirna, beperlukan di tempat umum dan  tidur sekamar antar remaja seakan menjadi lumrah.


Krisis nilai-nilai religius menimpa genarasi muda kita secara tidak

Senin, 07 Januari 2013

TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM



Era globalisasi dapat dipahami sebagai suatu keadaan yang di tandai oleh adanya penyatuan politik, Ekonomi, social, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, Informasi, dan lain sebagainya, yang terjadi diantara satu Negara dengan Negara lainnya, Tampa menghilangkan Identitas Negara masing-masing. Penyatuan ini terjadi berkat kemajuan Teknoligi Informasi (TI) yang dapat menghubungkan Atau mengkomonikasikan setiap isu yang ada pada suatu Negara dengan Negara lain. Bagi umat Islam, Era globalisasi dalam arti menjalin hubungan, tukar menukar,dan tranmisi ilmu pengetahuan, budaya dan sebagainya sesungguhnya bukan hal baru, Globalisasi dalam arti yang demikian, bagi umat Islam merupakan hal biasa. Pada zaman klasik (abad ke- 6 s/d 13 M) umat Islam telah membangun hubungan dan komunikasi yang intens serta

Rabu, 24 Oktober 2012

KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PEMEKARAN KABUPATEN PESISIR SELATAN


Pantai Carocok Nan Indah
Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu dari 19 kabupaten / kota di Propinsi Sumatera Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2. Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan terletak di bagian selatan Propinsi Sumatra Barat, memanjang dari utara ke selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km. Sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebelah selatan dengan Propinsi Bengkulu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia, ini merupakan kabupaten terluas dari kabupaten lainnya di Propinsi Sumetera Barat.  Pada tahun 2010 Jumlah Angka kemiskinan Kabupaten Pesisir Selatan  menurun menjadi 24 ribu Kepala Keluarga (KK) dari sebelumnya mencapai
41 ribu KK. Jumlah penduduk Pesisir Selatan Tahun 2010 sebanyak 452.344 jiwa. Dari jumlah itu

Minggu, 29 Juli 2012

RAMADHAN, AL-QURAN, DAN SHALAT


Bulan Ramadhan disebut Rasulullah sebagai bulan yang agung dan penuh berkah (manfaat), dan ditegaskan Allah dalam surat Al-Baqarah 185 sebagai “bulan penurunan Al-Quran”. Tentu yang dimaksud adalah penurunan sejumlah ayat Al-Quran untuk pertama kali, karena Al-Quran secara keseluruhan diturunkan dalam waktu sekitar 23 tahun, yaitu sejak turunnya 5 ayat surat Al-‘Alaq pada tanggal 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 Masehi, sampai menjelang Rasulullah wafat (12 Rabi’ul-Awwal; 8 Juni tahun 632 M).
Menurut penegasan Allah dalam surat Al-Qadr, Al-Quran turun pertama kali di malam hari, dan saat penurunannya itu disebut sebagai lailatul-qadr. Sedangkan dalam surat Ad-Dukhan ayat 3 malam itu disebut sebagai lailatin mubarakatin (bisa dibaca: laillah mubarakah).
Dalam surat Al-Baqarah: 185
Artinya:
Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang

Selasa, 28 Februari 2012

KONSEP KEPRIBADIAN Dalam Al-Qur’an Dan Hadis

-->
Kepribadian berasal dari kata pribadi yang berarti orang seorang alias se (satu) diri, dan kemudian pada kata se diri itu disisipi huruf n, sehingga menjadi sendiri.
Orang Inggris menyebut kepribadian dengan istilah personality, berasal dari kata person, yang juga berarti orang (manusia) seorang. Begitu juga orang Arab menyebut kepribadian dengan istilah syahshiyyah, dari kata syahshun, yang berarti orang soerang pula. Ketiga istilah dalam tiga bahasa itu belum menjawab pertanyaan apa itu kepribadian, karena masih bersifat umum dan kabur. Tapi dalam bahasa Indonesia ada istilah lain yang cukup menjawab, walau belum cukup gamblang, yaitu istilah jati diri, yang berarti keadaan diri (sendiri) yang sebenarnya (sejati).
Melalui istilah jati diri kita diajak menukik pada titik yang paling inti dari hakikat seorang manusia.
Di sana kita dapati dua kenyataan tentang seorang manusia. Pertama, dia adalah satu diri yang berbeda dari yang lain (unik). Kedua, dia adalah satu diri yang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan seorang atau banyak orang (kelompok) lain. Kenyataan pertama terlihat sisi fisik setiap orang, yang bisa dipastikan tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain; lebih-lebih bila dilihat melalui DNA setiap orang yang memang masing-masing bersifat khas. Berdasar kenyataan itu, setiap manusia, orang per orang, memang unik.