Era globalisasi dapat dipahami
sebagai suatu keadaan yang di tandai oleh adanya penyatuan politik, Ekonomi,
social, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, Informasi, dan lain sebagainya,
yang terjadi diantara satu Negara dengan Negara lainnya, Tampa menghilangkan Identitas Negara
masing-masing. Penyatuan ini terjadi berkat kemajuan Teknoligi Informasi (TI)
yang dapat menghubungkan Atau mengkomonikasikan setiap isu yang ada pada suatu
Negara dengan Negara lain. Bagi umat Islam, Era globalisasi dalam arti menjalin
hubungan, tukar menukar,dan tranmisi ilmu pengetahuan, budaya dan sebagainya
sesungguhnya bukan hal baru, Globalisasi dalam arti yang demikian, bagi umat Islam
merupakan hal biasa. Pada zaman klasik (abad ke- 6 s/d 13 M) umat Islam telah
membangun hubungan dan komunikasi yang intens serta
Senin, 07 Januari 2013
Rabu, 24 Oktober 2012
KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PEMEKARAN KABUPATEN PESISIR SELATAN
![]() |
| Pantai Carocok Nan Indah |
Kabupaten Pesisir
Selatan merupakan salah satu dari 19 kabupaten / kota di Propinsi Sumatera
Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2. Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan
terletak di bagian selatan Propinsi Sumatra Barat, memanjang dari utara ke
selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km. Sebelah utara berbatasan dengan Kota
Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebelah
selatan dengan Propinsi Bengkulu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia, ini
merupakan kabupaten terluas dari kabupaten lainnya di Propinsi Sumetera Barat. Pada tahun 2010 Jumlah
Angka kemiskinan Kabupaten Pesisir Selatan menurun menjadi 24 ribu Kepala Keluarga (KK)
dari sebelumnya mencapai
41 ribu KK. Jumlah penduduk Pesisir Selatan Tahun 2010
sebanyak 452.344 jiwa. Dari jumlah itu
Minggu, 29 Juli 2012
RAMADHAN, AL-QURAN, DAN SHALAT
Bulan Ramadhan disebut Rasulullah
sebagai bulan yang agung dan penuh berkah (manfaat), dan ditegaskan Allah dalam
surat Al-Baqarah 185 sebagai “bulan penurunan Al-Quran”. Tentu yang dimaksud
adalah penurunan sejumlah ayat Al-Quran untuk pertama kali, karena Al-Quran
secara keseluruhan diturunkan dalam waktu sekitar 23 tahun, yaitu sejak
turunnya 5 ayat surat Al-‘Alaq pada tanggal 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6
Agustus tahun 610 Masehi, sampai menjelang Rasulullah wafat (12 Rabi’ul-Awwal;
8 Juni tahun 632 M).
Menurut penegasan Allah dalam surat Al-Qadr, Al-Quran turun
pertama kali di malam hari, dan saat penurunannya itu disebut sebagai lailatul-qadr.
Sedangkan dalam surat Ad-Dukhan ayat 3 malam itu disebut sebagai lailatin
mubarakatin (bisa dibaca: laillah mubarakah).
Dalam surat Al-Baqarah: 185
Artinya:
Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan
Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang
Selasa, 28 Februari 2012
KONSEP KEPRIBADIAN Dalam Al-Qur’an Dan Hadis
Kepribadian berasal dari kata pribadi yang berarti orang seorang alias se (satu) diri, dan kemudian pada kata se diri itu disisipi huruf n, sehingga menjadi sendiri.
Orang Inggris menyebut kepribadian dengan istilah personality, berasal dari kata person, yang juga berarti orang (manusia) seorang. Begitu juga orang Arab menyebut kepribadian dengan istilah syahshiyyah, dari kata syahshun, yang berarti orang soerang pula. Ketiga istilah dalam tiga bahasa itu belum menjawab pertanyaan apa itu kepribadian, karena masih bersifat umum dan kabur. Tapi dalam bahasa Indonesia ada istilah lain yang cukup menjawab, walau belum cukup gamblang, yaitu istilah jati diri, yang berarti keadaan diri (sendiri) yang sebenarnya (sejati).
Melalui istilah jati diri kita diajak menukik pada titik yang paling inti dari hakikat seorang manusia.
Di sana kita dapati dua kenyataan tentang seorang manusia. Pertama, dia adalah satu diri yang berbeda dari yang lain (unik). Kedua, dia adalah satu diri yang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan seorang atau banyak orang (kelompok) lain. Kenyataan pertama terlihat sisi fisik setiap orang, yang bisa dipastikan tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain; lebih-lebih bila dilihat melalui DNA setiap orang yang memang masing-masing bersifat khas. Berdasar kenyataan itu, setiap manusia, orang per orang, memang unik.
Kamis, 29 Desember 2011
ILMU DAN KEBENARAN
Kebanyakan manusia sudah terbius oleh dalil yang mengatakan bahwa “kebenaran itu bersifat relatif”, yakni tergantung pada siapa yang mengatakan dan mempercayainya. Dengan kata lain, kebenaran itu menjadi tergantung pada kepercayaan, atau bahkan selera, sehingga nilainya menjadi subyektif (tergantung orang). Padahal, seharusnya kebenaran itu bersifat obyektif, apa adanya, sesuai dengan fakta yang telanjang (asli).
Seharusnya dalil itu difahami dengan cermat!
Relatif (Ing.: relative) adalah kata sifat. Kata bendanya adalah relasi (relation). Dalam bahasa aslinya, yang biasa kita sebut relatif itu adalah relative to, yang artinya sama dengan referring to (merujuk kepada; menghubungkan dengan).
Jadi, bila kita mengatakan bahwa “kebenaran itu relatif”, maksudnya adalah “kebenaran itu tergantung pada rujukannya atau sumbernya.” Bila sumbernya orang, maka orang itulah yang menjadi penentu. Bila sumbernya sebuah buku (yang sebenarnya juga ditulis orang), maka buku itulah yang menjadi penentu. Kita yang mendengar kata orang, atau membaca sebuah buku, boleh membenarkan (mempercayai), boleh juga tidak membenarkan (= menyalahkan). Kedua pilihan itu (membenarkan atau menyalahkan) adalah benar (= sah), karena kebenaran itu tergantung pada (subyektif/selera) kita.
IMAN DAN ILMU PENENTU AMAL
Iman dan Ilmu menentukan amal. Begitulah harusnya manusia dalam menjalankan poses kehidupannya. Dan, harap diingat bahwa yang disebut Iman dan Ilmu di sini adalah “Segala isi hati dan otak”; sedangkan amal adalah “segala tindakan yang digerakkan oleh Ilmu tersebut”.
Segala yang ada dalam otak=hati kita, selanjutnya oleh mekanisme otak dibentuk menjadi “sistem pengetahuan” kita. Lebih lanjut, karena otak menjadi pengendali segala sistem dalam tubuh, maka ibarat komputer sistem pengetahuan kita itu selanjutnya menjadi “sistem operasi”, yang menentukan segala gerak-gerik kita, baik yang tersadari maupun yang bersifat refleks. Dengan kata lain pada hakikatnya kita ini adalah robot dari segala isi otak (= ‘ilmu dan Iman’).
WAWASAN SURAT AL-'ALAQ (Ayat 1-5)
Sejarah ialah peredaran hidup manusia diatas dua prinsip yang berlawanan, dan dilakukan oleh pelaku yang berbeda. Prinsip sajarah yang diajukan olah Allah dalam Al-Qur'an ini, meliputi nasib seluruh manusia, sedangkan sejarah menurut manusia, hanyalah berupa catatan peristiwa masa lalu yang dianggap benar-benar terjadi, dengan diperkuat oleh saksi sejarah, pada umumnya hanya menyangkut kekuasaan, perjuangan, penjajahan dan lain sebagainya, tanpa menilai dari prinsip sejarah itu sendiri.
Allah memulai penciptaan peradaban/kebudayaan manusia dengan menciptakan Adam dan Hawa serta keturunannya, sekaligus mengajarkan kepada Adam tentang dua nilai yang terkenal dengan tau dan tidak tahu, tau melalui belajar berarti menerima pantulan Nur atau Cahaya penerang sedangkan lawannya adalah tidak tahu atau bodoh, akibat tidak mau belajar sebagai pelambang dari kegelapan atau Dzulumat, yang
Langganan:
Postingan (Atom)



