Kamis, 29 Desember 2011

IMAN DAN ILMU PENENTU AMAL

Iman dan Ilmu menentukan amal. Begitulah harusnya manusia dalam menjalankan poses kehidupannya. Dan, harap diingat bahwa yang disebut Iman dan Ilmu di sini adalah “Segala isi hati dan otak”; sedangkan amal adalah “segala tindakan yang digerakkan oleh Ilmu tersebut”.
Segala yang ada dalam otak=hati kita, selanjutnya  oleh mekanisme otak dibentuk menjadi “sistem pengetahuan” kita. Lebih lanjut, karena otak menjadi pengendali segala sistem dalam tubuh, maka ibarat komputer sistem pengetahuan kita itu selanjutnya menjadi “sistem operasi”, yang menentukan segala gerak-gerik kita, baik yang tersadari maupun yang bersifat refleks. Dengan kata lain pada hakikatnya kita ini adalah robot dari segala isi otak (= ‘ilmu dan Iman’).

WAWASAN SURAT AL-'ALAQ (Ayat 1-5)

Sejarah ialah peredaran hidup manusia diatas dua prinsip yang berlawanan, dan dilakukan oleh pelaku yang berbeda. Prinsip sajarah yang diajukan olah Allah dalam Al-Qur'an ini, meliputi nasib seluruh manusia, sedangkan sejarah menurut manusia, hanyalah berupa catatan peristiwa masa lalu yang dianggap benar-benar terjadi, dengan diperkuat oleh saksi sejarah, pada umumnya hanya menyangkut kekuasaan, perjuangan, penjajahan dan lain sebagainya, tanpa menilai dari prinsip sejarah itu sendiri.
Allah memulai penciptaan peradaban/kebudayaan manusia dengan menciptakan Adam dan Hawa serta keturunannya, sekaligus mengajarkan kepada Adam tentang dua nilai yang terkenal dengan tau dan tidak tahu, tau melalui belajar berarti menerima pantulan Nur atau Cahaya penerang sedangkan lawannya adalah tidak tahu atau bodoh, akibat tidak mau belajar sebagai pelambang dari kegelapan atau Dzulumat, yang

Selasa, 29 November 2011

HIDUP = PERJUANGAN



Saya sering mendengar orang mengatakan bahwa “Hidup adalah Perjuangan”.

Bagaimana pengertian dari semboyan ini….?

Anda sudah menyebut kutipan yang anda ajukan itu sebagai “semboyan”. Mari kita kaji dari segi itu dulu.

Maksud anda?

Kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan “semboyan”.

Benar juga. Saya setuju…!

Dalam bahasa Inggris, semboyan itu adalah slogan atau motto…

Kenapa harus dikaitkan dengan bahasa Inggris?

Supaya tampak universal, he he… Maklum, bahasa Inggris kan katanya bahasa dunia.


Minggu, 27 November 2011

AL-QUR’AN SATU GAGASAN REVOLUSIONER

Islam yang sangat ‘hidup’, yang tercermin melalui kemudahannya menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan di se-gala tempat pada segala zaman, serta kenyataan bahwa ia terus menyebar ke seluruh penjuru dunia,  hanya dapat dipahami melalui ajarannya yang mendunia (universal) dan membawa perubahan mendasar (revolusioner). Ajaran dasarnya tentang kesatuan umat manusia, yang bersumber dari keesaan Allah, tak pernah berhenti mengilhami para reformer pejuang revolusi sejati dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang murni serta bermutu tinggi.[1]


Selasa, 22 November 2011

BERCOCOK TANAM ILMU

Ini obrolan soal kebudayaan dan atau peradaban, yang sumbernya adalah ilmu.

Istilah budaya dan culture (di-Indonesiakan menjadi kultur) mempunyai pengertian asal yang persis sama, dan berbasis perkebunan, yaitu pembiakan tumbuhan (bisa juga hewan).
Pengertian ini masih terpakai misalnya, dalam istilah budidaya, yang berarti penyelenggaraan perkebunan agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Istilah holtikultura juga digunakan untuk menyebut kiat atau ilmu bercocok-tanam.

Sedangkan civilization, agaknya lebih berbasis “kota”. Civil artinya penduduk atau warga negara yang bukan militer (angkatan bersenjata), tetapi bisa juga berarti sopan atau terpelajar.
Kata civilization agaknya mengacu pada pengertian yang kedua, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi peradaban.

Istilah peradaban jelas diambil dari bahasa Arab, aduba, yang artinya sopan, terpelajar.
Dalam sebuah Hadits digunakan kata ta’dib dalam arti pendidikan (addabani rabbi fa-ahsana ta’dibi).

Selasa, 11 Oktober 2011

PENDIDIKAN HEWANI DAN MANUSIAWI



Pendidikan Hewani
Pendidikan pada hakikatnya adalah segala tindakan yang dilakukan untuk membuat manusia (anak didik) mampu “berpikir benar dan bertindak benar” sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Karena itu, pendidikan harus bersifat praktis (berisi pengajaran tentang sesuatu yang bisa dikerjakan), dan pragmatis (merupakan jawaban atas tuntutan kebutuhan yang mendesak), dan bukan idealis (berupa teori-teori yang tidak bisa dijalankan).
Para orang tua selalu menjalankan pendidikan demikian dalam kaitan dengan kebutuhan manusia yang sangat mendesak. Setiap anak di didik secara tekun dan penuh kasih sayang agar bisa makan, minum, berjalan, berbicara, mandi, berpakaian, bekerja, berkreasi, dst., secara mandiri. Pada masyarakat-masyarakat tradisional, proses pendidikan tersebut semua dilakukan oleh orang-tua si anak melalui pengajaran secara lisan, percontohan, dan latihan-latihan. Ciri pokok dari pendidikan seperti ini adalah pengalihan (transfer) kemampuan yang bersifat keterampilan. Anak yang

Senin, 03 Oktober 2011

MAWAR DI TEPI JURANG




بِسْــــــــــ..................ــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 

Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri. Dan kesempurnaan mawar adalah pada durinya.
Semua kisah, puisi,syair dari klasik hingga postmodern memberi tajuk `mawar berduri' untuk gambaran kesempurnann bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar mengganggu, merusak bahkan menghalangi keindahan kelopak mawar. Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar menjadi sempurna,terjaga, terlindungi, tak dipetik sembarang orang. Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang melekat dari Allah bagi seorang wanita.

Banyak orang mengatakan aturan yang Allah buat untuk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia. Seperti duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar yang sempurna, pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Tuhannya pula wanita yang sempurna.

Seorang wanita sempurna seperti mawar di tepi jurang. Bukan mawar ditengah taman. Jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan bisa memetiknya, dari orang biasa hingga orang `kurang ajar' yang nekat memetik walaupun ada tulisan "Dilarang memetik bunga". Walau ada larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan itu hanya tertulis ancaman "denda sekian puluh ribu atau kurungan sekian bulan". Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan berani menyentuhnya. Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan lelaki bisa menyentuhmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki.Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya. Bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil. .•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.
Sumber: Internet