Dalam keterpurukan, rakyat Indonesia tetap berlomba-lomba menyekolahkan
anak. Mereka yang kaya, tidak segan-segan mengeruk isi kocek jutaan sampai
miliaran, untuk memasukkan anak-anak mereka ke lembaga-lembaga pendidikan
bertaraf internasional dan terbaik, di dalam atau di luar negeri. Mereka yang
miskin, tak peduli walau kadang harus menggadaikan kepala, memaksa diri
berlomba supaya anak-anak mereka bisa ikut bersekolah. Bagi si kaya, bisa jadi
menyekolahkan anak di lembaga pendidikan formal adalah formalitas belaka.
Anak-anak mereka dikirim ke sekolah hanya untuk
Senin, 31 Maret 2014
Jumat, 14 Februari 2014
BERKURBAN WUJUD KESALEHAN SOSIAL
Bulan syawal yang merupakan bulan
kemenangan bagi umat Islam telah kita lewati, manusia yang diterima ibadah
puasanya selama ramdhan dibulan itu dianggap kembali suci, namun tampa terasa
tinggal hitungan minggu, keimanan dan kesucian manusia akan diuji dengan
kepedulian sosialnya, yakni: pada bulan
Dzulhijjah, pada bulan ini ada dua perkara besar yang dianjurkan dalam
Islam, yaitu ibadah haji dan ibadah
qurban. Menurut ulama, (Malik, Syafi’i,
Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain), hukum ibadah qurban adalah sunah mu’akkadah. Artinya, ibadah yang sangat dianjurkan/ditekankan
bagi orang muslim yang mampu. Ketentuan mampu di sini, tidak selalu identik
dengan orang kaya. Dalam pandangan mazhab Syafi’i, bila seorang masih mempunyai
sejumlah uang di luar kebutuhan dan biaya hidupnya pada hari raya dan tiga hari
berikutnya (ayyamut tasyriq), maka berlaku baginya anjuran berkurban. Ibadah
qurban ini mulai diperintahkan oleh Allah swt. pada tahun ke-2 Hijrah,
bersamaan dengan diperintahkanya salat hari raya, zakat maal, dan zakat fitrah.
Senin, 23 September 2013
PERSOALAN SOSIAL DAN KEAGUNGAN AL QURAN
Tampa terasa, waktu terus berjalan, sekarang kita
sudah berada di bulan ramadhan, yakni bulan yang penuh berkah, seluruh umat
muslim di dunia menjalankan ibadah puasa. Puasa merupakan salah satu dari rukun
Islam yang menjadi kewajiban untuk dilaksanakan. Tentu kita sangat berbahagia.
Namun disisi lain berbagai persoalan
kehidupan terus berlansung yang memhimpit dan menyandara kehidupan kita.
Kesenjangan sosial, Pemerasan, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, pemiskinan
dan kemiskinan seolah-olah sudah menjadi warisan abadi yang kian menjadi-jadi,
Bencana terjadi dimana-mana silih berganti. Kenapa itu terjadi?
Minggu, 28 Juli 2013
HIKMAH DIBALIK PERINTAH BERPUASA.
Tinggal hitungan hari, bulan ramadhan akan tiba, bagi umat islam bulan ini
adalah bulan yang ditunggu-tunggu karena merupakan bulan yang penuh maghfirah
(pengampunan), namun walau demikian tentu tidak akan terjadi begitu saja tampa
ada usaha yang tercermin dari sikap dan tingkahlaku kita. Jika melihat dari penetapan muhammadiyah, 1 ramadhan
1434 jatuh pada tanggal 9 juli 2013. Tentunya bagi umat muslim yang beriman
akan melaksanakan puasa, karena berdasarkan perintah yang maha kuasa apabila
sudah datang bulan ramadhan maka diwajibkan kepada orang-orang yang beriman
untuk melaksanakan puasa dalam bulan tersebut, sebagai mana tertulis dalam
firman allah swt “Hai orang-orang yang
beriman,
Selasa, 11 Juni 2013
ISRA MI'RAJ, PERBAIKAN JIWA DAN BANGSA

Setiap tahun isra’ mikraj diperingati, dalam peringatan tersebut
tidak lupa disertai dengan bermacam kegiatan, mulai dengan ceramah
dimasjid-masjid yang mengisahkan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, disertai
juga dengan kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan oleh beberapa organisasi Islam,
bahkan juga sudah dijadikan hari libur Nasional. Melihat dari kegiatan itu
menunujukan begitu rindunya kita agar ajaran islam itu masuk kedalam sendi-sendi
kehidupan, orang mencoba mengambil pelajaran dari kisah Isra’ mikraj. Sejarah telah mencatat Nabi Muhammad Saw, pada
peristiwa Isra’ Mi’raj ini merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi
umat Islam karena dalam peristiwa ini didapat perintah untuk melakukan sholat
yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam.
Senin, 27 Mei 2013
POLITIK DAN DAKWAH
Politik masa
kini tidak lagi jalan menuju kemerdekaan, pembangunan ekonomi, sosial budaya,
bukan lagi sarana membentengi bangsa dari ancaman pengaruh asing yang negatif, budaya korupsi, dan kebohongan publik terus dan
sulit untuk berhenti, ibarat pribahasa “anjing mengongong kafilah berlalu”.
Korupsi, yang mana hukum tidak lagi menjadi sarana mencapai keadilan. Keadilan
sebagai cita-cita bersama tak pernah terwujud, keadilan hanya milik segelintir
orang yang sedang berkuasa, dikarenakan hukum bisa digantikan dengan uang. ketidakpercayaan masyarakat kepada politik saat ini semakin kian terkikis. Rakyat
melihat keterlibatan moral dalam
setiap pertarungan kepentingan politik, yang
disaksikan adalah korupsi yang semakin melembaga dan menomor satu, korupsi
sudah merajalela kesetiap institusi negara kita, mulai dari pusat sampai
daerah. Kebohongan bukannya berkurang,
akan tetapi semakin menjadi-jadi, banyak janji yang tidak dipenuhi, bahkan
tidak satupun janji yang mereka ucapkan ketika kampanye yang di jalankan, elit
Kamis, 28 Maret 2013
TRANFER NILAI-NILAI RELIGIUS, OPTIMALKAN PERAN GURU
Berbagai
peristiwa, pencurian, pencabulan, dan kerusakan moral yang berlansung dalam
kehidupan sehari-hari, yang sering kita saksikan melalaui media cetak,
menunjukan betapa Pelajar dan generasi kita tengah mengalami degradasi jati
diri dan terkikisnya nilai-nilai religius dan karakter.
Seiring
berjalanya waktu, Masalah
pendidikan kekinian sudah sangat mengkhawatirkan, Moral pelajar semakin ambuladur,
ketimpangan dan pergaulan bebas di kalangan pelajar terjadi di dimana-mana,
tatakrama pun hilang, rasa malu sirna, beperlukan di tempat umum dan tidur sekamar antar remaja seakan menjadi
lumrah.
Krisis nilai-nilai religius menimpa genarasi muda kita secara tidak
Senin, 07 Januari 2013
TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM
Era globalisasi dapat dipahami
sebagai suatu keadaan yang di tandai oleh adanya penyatuan politik, Ekonomi,
social, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, Informasi, dan lain sebagainya,
yang terjadi diantara satu Negara dengan Negara lainnya, Tampa menghilangkan Identitas Negara
masing-masing. Penyatuan ini terjadi berkat kemajuan Teknoligi Informasi (TI)
yang dapat menghubungkan Atau mengkomonikasikan setiap isu yang ada pada suatu
Negara dengan Negara lain. Bagi umat Islam, Era globalisasi dalam arti menjalin
hubungan, tukar menukar,dan tranmisi ilmu pengetahuan, budaya dan sebagainya
sesungguhnya bukan hal baru, Globalisasi dalam arti yang demikian, bagi umat Islam
merupakan hal biasa. Pada zaman klasik (abad ke- 6 s/d 13 M) umat Islam telah
membangun hubungan dan komunikasi yang intens serta
Rabu, 24 Oktober 2012
KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PEMEKARAN KABUPATEN PESISIR SELATAN
![]() |
| Pantai Carocok Nan Indah |
Kabupaten Pesisir
Selatan merupakan salah satu dari 19 kabupaten / kota di Propinsi Sumatera
Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2. Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan
terletak di bagian selatan Propinsi Sumatra Barat, memanjang dari utara ke
selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km. Sebelah utara berbatasan dengan Kota
Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebelah
selatan dengan Propinsi Bengkulu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia, ini
merupakan kabupaten terluas dari kabupaten lainnya di Propinsi Sumetera Barat. Pada tahun 2010 Jumlah
Angka kemiskinan Kabupaten Pesisir Selatan menurun menjadi 24 ribu Kepala Keluarga (KK)
dari sebelumnya mencapai
41 ribu KK. Jumlah penduduk Pesisir Selatan Tahun 2010
sebanyak 452.344 jiwa. Dari jumlah itu
Minggu, 29 Juli 2012
RAMADHAN, AL-QURAN, DAN SHALAT
Bulan Ramadhan disebut Rasulullah
sebagai bulan yang agung dan penuh berkah (manfaat), dan ditegaskan Allah dalam
surat Al-Baqarah 185 sebagai “bulan penurunan Al-Quran”. Tentu yang dimaksud
adalah penurunan sejumlah ayat Al-Quran untuk pertama kali, karena Al-Quran
secara keseluruhan diturunkan dalam waktu sekitar 23 tahun, yaitu sejak
turunnya 5 ayat surat Al-‘Alaq pada tanggal 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6
Agustus tahun 610 Masehi, sampai menjelang Rasulullah wafat (12 Rabi’ul-Awwal;
8 Juni tahun 632 M).
Menurut penegasan Allah dalam surat Al-Qadr, Al-Quran turun
pertama kali di malam hari, dan saat penurunannya itu disebut sebagai lailatul-qadr.
Sedangkan dalam surat Ad-Dukhan ayat 3 malam itu disebut sebagai lailatin
mubarakatin (bisa dibaca: laillah mubarakah).
Dalam surat Al-Baqarah: 185
Artinya:
Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan
Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang
Selasa, 28 Februari 2012
KONSEP KEPRIBADIAN Dalam Al-Qur’an Dan Hadis
Kepribadian berasal dari kata pribadi yang berarti orang seorang alias se (satu) diri, dan kemudian pada kata se diri itu disisipi huruf n, sehingga menjadi sendiri.
Orang Inggris menyebut kepribadian dengan istilah personality, berasal dari kata person, yang juga berarti orang (manusia) seorang. Begitu juga orang Arab menyebut kepribadian dengan istilah syahshiyyah, dari kata syahshun, yang berarti orang soerang pula. Ketiga istilah dalam tiga bahasa itu belum menjawab pertanyaan apa itu kepribadian, karena masih bersifat umum dan kabur. Tapi dalam bahasa Indonesia ada istilah lain yang cukup menjawab, walau belum cukup gamblang, yaitu istilah jati diri, yang berarti keadaan diri (sendiri) yang sebenarnya (sejati).
Melalui istilah jati diri kita diajak menukik pada titik yang paling inti dari hakikat seorang manusia.
Di sana kita dapati dua kenyataan tentang seorang manusia. Pertama, dia adalah satu diri yang berbeda dari yang lain (unik). Kedua, dia adalah satu diri yang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan seorang atau banyak orang (kelompok) lain. Kenyataan pertama terlihat sisi fisik setiap orang, yang bisa dipastikan tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain; lebih-lebih bila dilihat melalui DNA setiap orang yang memang masing-masing bersifat khas. Berdasar kenyataan itu, setiap manusia, orang per orang, memang unik.
Kamis, 29 Desember 2011
ILMU DAN KEBENARAN
Kebanyakan manusia sudah terbius oleh dalil yang mengatakan bahwa “kebenaran itu bersifat relatif”, yakni tergantung pada siapa yang mengatakan dan mempercayainya. Dengan kata lain, kebenaran itu menjadi tergantung pada kepercayaan, atau bahkan selera, sehingga nilainya menjadi subyektif (tergantung orang). Padahal, seharusnya kebenaran itu bersifat obyektif, apa adanya, sesuai dengan fakta yang telanjang (asli).
Seharusnya dalil itu difahami dengan cermat!
Relatif (Ing.: relative) adalah kata sifat. Kata bendanya adalah relasi (relation). Dalam bahasa aslinya, yang biasa kita sebut relatif itu adalah relative to, yang artinya sama dengan referring to (merujuk kepada; menghubungkan dengan).
Jadi, bila kita mengatakan bahwa “kebenaran itu relatif”, maksudnya adalah “kebenaran itu tergantung pada rujukannya atau sumbernya.” Bila sumbernya orang, maka orang itulah yang menjadi penentu. Bila sumbernya sebuah buku (yang sebenarnya juga ditulis orang), maka buku itulah yang menjadi penentu. Kita yang mendengar kata orang, atau membaca sebuah buku, boleh membenarkan (mempercayai), boleh juga tidak membenarkan (= menyalahkan). Kedua pilihan itu (membenarkan atau menyalahkan) adalah benar (= sah), karena kebenaran itu tergantung pada (subyektif/selera) kita.
IMAN DAN ILMU PENENTU AMAL
Iman dan Ilmu menentukan amal. Begitulah harusnya manusia dalam menjalankan poses kehidupannya. Dan, harap diingat bahwa yang disebut Iman dan Ilmu di sini adalah “Segala isi hati dan otak”; sedangkan amal adalah “segala tindakan yang digerakkan oleh Ilmu tersebut”.
Segala yang ada dalam otak=hati kita, selanjutnya oleh mekanisme otak dibentuk menjadi “sistem pengetahuan” kita. Lebih lanjut, karena otak menjadi pengendali segala sistem dalam tubuh, maka ibarat komputer sistem pengetahuan kita itu selanjutnya menjadi “sistem operasi”, yang menentukan segala gerak-gerik kita, baik yang tersadari maupun yang bersifat refleks. Dengan kata lain pada hakikatnya kita ini adalah robot dari segala isi otak (= ‘ilmu dan Iman’).
WAWASAN SURAT AL-'ALAQ (Ayat 1-5)
Sejarah ialah peredaran hidup manusia diatas dua prinsip yang berlawanan, dan dilakukan oleh pelaku yang berbeda. Prinsip sajarah yang diajukan olah Allah dalam Al-Qur'an ini, meliputi nasib seluruh manusia, sedangkan sejarah menurut manusia, hanyalah berupa catatan peristiwa masa lalu yang dianggap benar-benar terjadi, dengan diperkuat oleh saksi sejarah, pada umumnya hanya menyangkut kekuasaan, perjuangan, penjajahan dan lain sebagainya, tanpa menilai dari prinsip sejarah itu sendiri.
Allah memulai penciptaan peradaban/kebudayaan manusia dengan menciptakan Adam dan Hawa serta keturunannya, sekaligus mengajarkan kepada Adam tentang dua nilai yang terkenal dengan tau dan tidak tahu, tau melalui belajar berarti menerima pantulan Nur atau Cahaya penerang sedangkan lawannya adalah tidak tahu atau bodoh, akibat tidak mau belajar sebagai pelambang dari kegelapan atau Dzulumat, yang
Selasa, 29 November 2011
HIDUP = PERJUANGAN
Saya sering mendengar orang mengatakan bahwa “Hidup adalah Perjuangan”.
Bagaimana pengertian dari semboyan ini….?
Anda sudah menyebut kutipan yang anda ajukan itu sebagai “semboyan”. Mari kita kaji dari segi itu dulu.
Maksud anda?
Kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan “semboyan”.
Benar juga. Saya setuju…!
Dalam bahasa Inggris, semboyan itu adalah slogan atau motto…
Kenapa harus dikaitkan dengan bahasa Inggris?
Supaya tampak universal, he he… Maklum, bahasa Inggris kan katanya bahasa dunia.
Minggu, 27 November 2011
AL-QUR’AN SATU GAGASAN REVOLUSIONER
Islam yang sangat ‘hidup’, yang tercermin melalui kemudahannya menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan di se-gala tempat pada segala zaman, serta kenyataan bahwa ia terus menyebar ke seluruh penjuru dunia, hanya dapat dipahami melalui ajarannya yang mendunia (universal) dan membawa perubahan mendasar (revolusioner). Ajaran dasarnya tentang kesatuan umat manusia, yang bersumber dari keesaan Allah, tak pernah berhenti mengilhami para reformer pejuang revolusi sejati dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang murni serta bermutu tinggi.[1]
Selasa, 22 November 2011
BERCOCOK TANAM ILMU
Ini obrolan soal kebudayaan dan atau peradaban, yang sumbernya adalah ilmu.
Istilah budaya dan culture (di-Indonesiakan menjadi kultur) mempunyai pengertian asal yang persis sama, dan berbasis perkebunan, yaitu pembiakan tumbuhan (bisa juga hewan).
Pengertian ini masih terpakai misalnya, dalam istilah budidaya, yang berarti penyelenggaraan perkebunan agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Istilah holtikultura juga digunakan untuk menyebut kiat atau ilmu bercocok-tanam.
Sedangkan civilization, agaknya lebih berbasis “kota”. Civil artinya penduduk atau warga negara yang bukan militer (angkatan bersenjata), tetapi bisa juga berarti sopan atau terpelajar.
Kata civilization agaknya mengacu pada pengertian yang kedua, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi peradaban.
Istilah peradaban jelas diambil dari bahasa Arab, aduba, yang artinya sopan, terpelajar.
Dalam sebuah Hadits digunakan kata ta’dib dalam arti pendidikan (addabani rabbi fa-ahsana ta’dibi).
Selasa, 11 Oktober 2011
PENDIDIKAN HEWANI DAN MANUSIAWI
Pendidikan Hewani
Pendidikan pada hakikatnya adalah segala tindakan yang dilakukan untuk membuat manusia (anak didik) mampu “berpikir benar dan bertindak benar” sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Karena itu, pendidikan harus bersifat praktis (berisi pengajaran tentang sesuatu yang bisa dikerjakan), dan pragmatis (merupakan jawaban atas tuntutan kebutuhan yang mendesak), dan bukan idealis (berupa teori-teori yang tidak bisa dijalankan).
Senin, 03 Oktober 2011
MAWAR DI TEPI JURANG
Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri. Dan kesempurnaan mawar adalah pada durinya.
Semua kisah, puisi,syair dari klasik hingga postmodern memberi tajuk `mawar berduri' untuk gambaran kesempurnann bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar mengganggu, merusak bahkan menghalangi keindahan kelopak mawar. Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar menjadi sempurna,terjaga, terlindungi, tak dipetik sembarang orang. Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang melekat dari Allah bagi seorang wanita.
Banyak orang mengatakan aturan yang Allah buat untuk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia. Seperti duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar yang sempurna, pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Tuhannya pula wanita yang sempurna.
Seorang wanita sempurna seperti mawar di tepi jurang. Bukan mawar ditengah taman. Jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan bisa memetiknya, dari orang biasa hingga orang `kurang ajar' yang nekat memetik walaupun ada tulisan "Dilarang memetik bunga". Walau ada larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan itu hanya tertulis ancaman "denda sekian puluh ribu atau kurungan sekian bulan". Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan berani menyentuhnya. Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan lelaki bisa menyentuhmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki.Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya. Bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil. .•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.
Sumber: Internet
Semua kisah, puisi,syair dari klasik hingga postmodern memberi tajuk `mawar berduri' untuk gambaran kesempurnann bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar mengganggu, merusak bahkan menghalangi keindahan kelopak mawar. Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar menjadi sempurna,terjaga, terlindungi, tak dipetik sembarang orang. Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang melekat dari Allah bagi seorang wanita.
Banyak orang mengatakan aturan yang Allah buat untuk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia. Seperti duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar yang sempurna, pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Tuhannya pula wanita yang sempurna.
Seorang wanita sempurna seperti mawar di tepi jurang. Bukan mawar ditengah taman. Jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan bisa memetiknya, dari orang biasa hingga orang `kurang ajar' yang nekat memetik walaupun ada tulisan "Dilarang memetik bunga". Walau ada larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan itu hanya tertulis ancaman "denda sekian puluh ribu atau kurungan sekian bulan". Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan berani menyentuhnya. Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan lelaki bisa menyentuhmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki.Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya. Bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil. .•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.
Sumber: Internet
Kamis, 29 September 2011
IDUL FITRI DIMAKNAKAN AGAR TIDAK SALAH KAPRAH
![]() |
Selama ini kita cenderung melihat ‘Idul-Fithri ibarat melihat permukaan sungai, sehingga hanya bisa melihat benda-benda ringan yang mengambang di permukaan air. Kita jarang atau mungkin belum pernah melihat benda-benda yang lebih berat yang mengapung di bawah permukaan. Padahal, siapa tahu yang hanyut di permukaan itu hanyalah sampah, sedangkan yang ada di bawah permukaan adalah benda-benda yang lebih berharga.
Permukaan ‘Idul-Fithri adalah pesta, sebagaimana pengertian kata ‘id dalam bahasa dan budaya Arab adalah pesta. Dalam konteks pesta itulah, kata al-fihtru (ajaibnya!) dianggap sama dengan al-futhur, yang artinya dalam budaya Arab sama dengan sarapan alias makan pertama di pagi hari, atau mengakhiri puasa. Karena itu, ada orang Indonesia yang mengartikan ‘Idul-fithri sebagai “Hariraya Berbuka”. Bahkan ada pula yang mengartikan (hariraya) “Kembali Makan”; dengan alasan ‘id berarti “kembali”, al-fihtru = al-futhûr = “makan”. Dengan demikian, ‘Idul-Fithri adalah pesta atau bersuka-ria karena dibebaskan untuk kembali makan dan minum (sesuka hati!).
Karena itulah, pada hari raya ‘Idul-Fithri makanan dan minuman melimpah ruah, sampai banyak yang terbuang.Bahkan silaturrahmi pun dilakukan dengan cara saling tukar dan kirim-kiriman makanan. Belakangan, seiring masuknya budaya Barat, kirim-kiriman makanan yang dulu hanya dilakukan dengan
Langganan:
Postingan (Atom)









